Kecombrang sebetulnya masih tergolong tanaman liar karena tumbuh di sembarang tempat, dari dataran rendah dan terutama di pegunungan. Kecombrang punya banyak nama; misalnya Siantan (Malaysia), Kicuang (Minangkabau), Puwas Pinjung (Sumatra), Kecicang (Bali), Kaalaa (Thailand) dsb. Kecombrang dalam bahasa latinnya disebut Hicolaia Speciosa disebut juga Phaemoeria Speciosa atau Elletaria Speciosa. Tingginya antara 2 sampai 5 meter, dengan batang tegak lurus bergaris tengah antara 2 -3 cm, daunnya memanjang seperti pita sepanjang 40-50 cm dan lebarnya 8-10 cm. Kecombrang masih termasuk dalam keluarga Zingiberaceae yang merupakan suku temu-temuan atau rimpang-rimpangan. Bunganya berwarna merah muda cerah dan beberapa orang memanfaatkannya untuk tanaman hias.
Dalam dunia kuliner kecombrang sudah banyak digunakan oleh masyarakat lokal. Yang paling banyak dimanfaatkan adalah bagian bunganya sebagai bahan campuran atau bumbu masakan. Di Jawa Barat kuntum bunganya digunakan sebagai lalapan atau direbus untuk sambal. Ada juga yang mencampurnya dalam pepes atau sayur asam. Di Jawa Tengah masyarakat merebus kuntum bunganya untuk campuran sayur dalam pecel. Megana, sejenis urap dengan nangka dari Pekalongan juga menggunakan bunga kecombrang. Pernah ke Pelabuhan Ratu? Di sana ikan laut bakar dinikmati bersama harumnya sambal kecombrang. Masakan Batak yang terkenal yaitu Arsik Ikan Mas juga memakai bunga kecombrang sebagai campuran bumbu.
Dari penelitian diketahui jika kecombrang mengandung banyak vitamin dan mineral yaitu; lemak, protein, magnesium, zat besi, kalsium, fosfor, kalium dan seng. Orang jaman dulu sering menggunakannya sebagai penghilang bau badan. Jika dimasak sebagai sayur asam, baunya bisa merasuk ke seluruh badan. Sehingga beberapa hari setelah memakan sayur itu baunya masih tetap terasa. Ini karena kecombrang mengandung minyak atsiri, saponin dan flavoida yang bisa mengurangi bau apek tubuh. Bagi yang lebih suka deodoran alami maka mengkonsumsi bunga kecombrang lebih dianjurkan.
Senyawa polyfenol yang tinggi dalam kecombrang bisa digunakan mengobati disentri. Kandungan anti oksidan di daunnya lebih tinggi dibanding bunga dan rimpangnya, bisa digunakan mencuci luka. Di luar itu masih banyak manfaat kecombrang, yaitu; mengobati penyakit kulit seperti campak, menyembuhkan anemia, mencegah osteoporosis, menguatkan tulang, menguatkan daya ingat, penambah energi alami, dsb.
Di luar dunia kuliner dan kesehatan, kecombrang juga bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Batang semunya bisa dipakai bahan dasar kertas, daun yang sudah diproses bisa dijadikan anyaman, batang dan pelepah yang sudah dimemarkan bisa digunakan sebagai sabun alami.

0 comments:
Post a Comment